Woensdag 13 Maart 2013

Puasa itu sehat


  RINGKASAN
Puasa itu Sehat
Hikmah Puasa bagi Kesehatan
Allah SWT  mewajibkan orang-orang yang beriman untuk menjalankan puasa selama satu bulan, yaitu pada  bulan Ramadhan, sebagimana firman-Nya, yang berarti “ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari tertentu ”. (QS. Albaqarah: 183-184)
Nabi Muhammad Saw juga berpesan kepada umatnya, “ Berpuasalah kamu, tentu kamu akan menjadi sehat”. Pernyataan Nabi SAW tersebut juga merupakan langkah yang lebih maju dari pernyataan- pernyataan para ahli kesehatan dewasa ini. Terbukti ketika berpuasa, sekitar 600 miliar sel dalam tubuh menghimpun diri agar dapat bertahan hidup. Besarnya kekuatan yang dihasilkan oleh mekanisme puasa tentu saja tidak terlepas dari kekuasan dan karunia Allah SWT. Mekanisme puasa tidak hanya berpengaruh pada kesehatan jasmani saja, melainkan juga kesehatan rohani pelakunya.
1.      Pengaruh Puasa terhadap Kesehatan Jasmani
Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan yang didapat dari karbohidrat ini dapat bertahan selama 25 jam. Dengan demikian, mereka yang menjalankan puasa tidak perlu khawatir menjadi sakit karena tubuh mempunyai mekanisme ilmiah untuk mempertahankan dirinya. Bahkan, dengan berhimpunyan 600 miliar sel selama seseorang berpuasa, daya tubuh seseorang semakin tangguh. 
Pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek, yaitu aspek perlindungan, pencegahan, dan pengobatan.
a)      Memberikan kesempatan istirahat pada alat pencernaan.
Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam yaitu empat jam diproses di lambung dan empat jam di usus kecil. Jika makan sahur dilakukan pukul 4 pagi, maka pukul 12 siang proses pencernaan selesai berarti kurang lebih 6 jam proses pencernaan mengalami istirahat total. Hal ini terjadi selama satu bulan.
b)      Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas.
Pada tubuh manusia terdapat sampah berbahaya seperti tinja, urine, dan keringat. Dengan berpuasa, yang berarti membatasi suplai makanan yang masuk kedalam tubuh, penumpukan racun, kotoran, dan sampah dapat dicegah, sehingga tubuh bebas dari racun, kotoran, dan ampas.
c)      Membuat kulit lebih sehat dan berseri.
Setiap saat tubuh mengalami metabolisme, yakni peristiwa perubahan dari energi  yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh dikeluarkan, sehinggga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanya. Peristiwa ini lazim disebut peremajaan sel, oleh klarena itu tidak mengherankan bila orang yang sering berpuasa, kulitnya akan terlihat segar dan lembut.
d)     Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker.
Dengan menghentikan pemasukan makanan (puasa), kuman-kuman penyakit, bakteri-bakteri, dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.
e)      Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Menurut hasil penelitian di Universitas Osaka, Jepang, tahun 1930, setelah memasuki hari ke-7 berpuasa sel darah putih orang-orang berpuasa bertambah. Penambahan sel darah putih ini pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih ini secara otomatis  meningkatkan kekebalan tubuh.
f)       Meningkatkan daya serap tubuh.
Berdasarkan ilmu gizi, umumnya orang hanya dapat menyerap gizi sebanyak 35% dari gizi makanan yang dikonsumsinya. Dengan berpuasa, penyerapan gizi dapat mencapai 85%. Dengan beristirahatnya proses pencernaan, alat-alat pencernaan menjadi lebih giat mereduksi dan menyerap makanan yang dikonsumsi. Logikanya, bila efisiensi pencernaan bertambah, daya serap tubuh terhadap gizi menguat.
g)      Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
Menurut ilmu tubuh, perbandingan zat kimia yang bersifat alkali dan asam di dalam tubuh manusia harus seimbang. Dengan menjalani puasa zat-zat yang bersifat asam di dalam darah dapat dikurangi dan dijaga agar sifat alkalinya lemah sehingga tercapai keseimbangan antara keduanya.
h)      Memperbaiki fungsi hormon.
Pada saat-saat tertentu (sedih, gembira, cemas, dll) kelenjar endokrin menghasilkan zat-zat kimia  yang mengeluarkan hormon. Jika fungsi-fungsi hormon berjalan normal, irama tubuh menjadi harmonis. Keadaan ini dapat diperoleh ketika berpuasa, orang-orang yang berpuasa bersikap sabar, mampu menahan amarah, dan senatiasa berserah diri kepada Allah SWT.
i)        Meningkatkan fungsi organ reproduksi.
Terjadi perubahan metabolik pada saat menjalankan puasa, terutama pada kelangsungan kelenjar-kelenjar ebdokrin. Kelenjar endokrin indung telur menghasilkan lebih banyak estrogen dan progesterone. Kadar oksigen dan progesterone yang tinggi itulah yang dapat meningkatkan fungsi organ reproduksi yang berarti pula meningkatkan kesuburan.
j)        Meremajakan sel-sel tubuh.
Pada saat kita menjalankan puasa organ-organ tubuh pada posisi rileks, sehingga sel-sel tersebut memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Sel-sel baru terbentuk pada lapisan dalam yang kemudian mendesak sel-sel tua untuk keluar. Sel-sel yang sudah tua ini segera mati saat mencapai permukaan dan kemudian mengelupas.
k)      Meningkatkan fungsi organ tubuh.
Dengan berpuasa berarti memberikan kesempatan interval selama kurang lebih 14 jam organ-organ tubuh (lambumg, ginjal, dan liver). sehingga tubuh tidak menerima masukan makanan dan minuman hal tersebut akan menimbulkan efek rangsangan,  yaitu menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ-organ sesuai dengan fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam.
l)        Meningkatkan fungsi susunan saraf pusat.
Seorang muslim mengawali puasa dengan niat yang ikhlas dan rela karna Allah Swt. Dengan keikhlasan dan keprasahan yang tulus, susunan saraf akan berada dalam keadaan tenang, seimbang, dan tenang.

2.      Pengaruh Puasa terhadap Kesehatan Jamani.
              Selain bermanfaat bagi kesehatan jasmani, berpuasa melatih rohani atau jiwa manusia  agar lebih baik. Temuan terakhir dunia kedokteran jiwa membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan derajat perasaan atau Emotional Quotien  (EQ) manusia. Secara psikologis manusia tidak hanya di ukur atau dinilai dari derajad kecerdasan atau Intelegence Quotient  (IQ)-nya,  tetapi juga diukur dari EQ-nya.
            Meningkatkannya kemampuan mengendalikan diri ketika berpuasa erat hubungannya dengan meningkatkan EQ seseorang karena orang yang berpuasa terlatih untuk bersabar, tenang, dan tidak cemas. Selain itu berpuasa juga meningkatkan iman dan takwa, mengatasi dan mencegah stress, rasa tertekan, frustasi, dan depresi. Lebih dari itu puasa juga akan menghilangkan penyakit-penyakit hati yang dapat mengganggu kesehtan jiwa, seperti dendam, iri, riya’, dan takbur.
            Dari segi kesehatan mental, puasa erat kaitnya dengan kemampuan mengendalikan diri. Puasa merupakan wahana penempatan mental hingga seseorang kuat dan mampu bertahan menghadapi ujian dan cobaan serta siap menghadapi perjuangan dan pengorbanan yang lebih berat. Puasa dapat melatih kedisiplinan dalam mengendalikan diri.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking